Yuslam Fauzi, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM), menyatakan pertumbuhan aset itu didorong oleh jumlah penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp23,78 triliun dan pembiayaan sebesar Rp21,19 triliun.
Dia menyatakan penghimpunan DPK BSM terutama didorong oleh giro. Hingga Juli 2010, giro memberi kontribusi sebesar 58,48% dari total DPK. Adapun sebanyak 43,60% berasal dari tabungan dan sebanyak 30,32% berasal dari kontribusi deposito.
Dia mengungkapkan pencapaian kinerja tersebut mendorong penguasaan pasar (market share) BSM terhadap industri perbankan syariah.Per Juli 2010, BSM meraih market share sebesar 34,40% dari total aset perbankan syariah. Market share DPK BSM mencapai 39,19% dan untuk pembiayaan mencapai 35,23%.
Sementara itu dari sisi jaringan, per 23 September 2010 BSM telah memiliki 464 gerai yang terdiri atas 91 unit kantor cabang, 208 unit kantor cabang pembantu, 34 unit kantor kas, dan 52 unit kantor layanan syariah.
Di sisi lain, BSM juga memiliki 52 unit payment poin, 13 unit kas keliling, dan 14 unit gerai on line. Atas peningkatan kinerja itu, ujar Yuslam, BSM meraih penghargaan Annual Report Award (ARA) 2009 untuk kategori Perusahaan Swasta Keuangan Non Listed pada 22 September lalu.
"Penerapan GCG atau transparansi informasi yang baik menjadi komponen utama penilaian pada ARA 2009. Pelaksanaan CSR [corporate social responsibility] juga jadi salah satu penilaian," ujarnya.(esu)
Sumber
| < Sebelumnya |
|---|













